Dengan meluasnya pengguna internet dari Sabang sampai Merauke, dan dukungan pemerintah terhadap kemudahan mengakses informasi digital saat ini memacu pertumbuhan ekonomi di segala sektor/bidang usaha, baik di sektor UMKM maupun sektor bidang usaha Makro.

Era digital tersebut menjanjikan peluang pertumbuhan usaha yang besar karena memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan vendor/penyedia yang kompetitif secara manajemen, mutu/kualitas, harga produk dan secara administrasi. 

Meski demikian, etika dalam meminta informasi harga tetap harus dikedepankan oleh para pelaku usaha karena hal tersebut menyangkut perihal kepercayaan dan kredibilitas bisnis/usaha yang sedang dibangun. Orientasi bisnis yang dibangun berdasarkan visi shorterm pada umumnya berumur pendek dan tidak akan berkembang menjadi usaha yang besar karena berbisnis hanya pada saat itu saja berdasarkan momentum. Biasanya hal ini dilakukan oleh para spekulan oportunis, atau para pebisnis yang menganut perspektif aji mumpung.


Era digital tersebut menjanjikan peluang pertumbuhan usaha yang besar karena memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan vendor/penyedia yang kompetitif secara manajemen, mutu/kualitas, harga produk dan secara administrasi.

Maka etika menjadi hal yang wajib dilakukan oleh para pelaku usaha agar mendapatkan berbagai keuntungan dalam transaksi bisnisnya. Keuntungannya tidak hanya dalam hal laba perusahaan, tetapi juga keuntungan intangible seperti kepercayaan dan kredibilitas yang nilainya lebih tinggi dari nominal laba.


Apa saja yang menjadi etika dalam permintaan informasi harga? beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Memperkenalkan Nama Pribadi; dengan diketahuinya nama kita, maka kita akan disapa sesuai nama kita. Sebagai seorang pelaku usaha, ada rasa tidak nyaman jika kita tidak disapa sesuai nama dan merasa diri tidak dimanusiakan/tidak dihargai. 
  2. Menginformasikan Alamat ; agar memudahkan kita untuk mendapat informasi pengiriman
  3. Menginformasikan Nama Perusahaan / Instansi ; bersifat opsional
  4. Menginformasikan detail/spesifikasi barang dan jumlah/quantity permintaan; ini menunjukkan bahwa kita sudah memahami barang yang kita inginkan.
Contoh-contoh etika lainnya yang dapat kita pelajari bisa kita browsing di internet atau klik tautan ini untuk mencari : Etika Permintaan Informasi Harga

Etika seorang penjual dalam menyampaikan penawaran harga (surat penawaran harga) :
  1. Menginformasikan Nama Pribadi dan Nama Perusahaan
  2. Menginformasikan Alamat
  3. Menginformasikan secara rinci detail/spesifikasi barang, jumlah barang, harga satuan dan harga total,
  4. Menginformasikan jumlah Pajak PPN 10% yang dikenakan atas transaksi (Bagi Pengusaha Kena Pajak)
  5. Menginformasikan cara pembayaran
  6. Menginformasikan ketersediaan barang atau jadwal produksi
  7. Menginformasikan biaya pengiriman (Opsional)

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kemajuan para pelaku usaha.